Selasa, 08 Oktober 2013

Kesucian Cinta

Cinta? Apa yang ada dibenakmu ketika kata itu disebutkan? Sebagian remaja menafsirkan cinta dengan “Pacaran”, berdua-duaan, bermesraan, yang tidakpasti sejarahnya mengapa bisa timbul hubungan pacaran di dunia ini. Padahal cinta itu tidak hanya diungkapkan dan ditujukan oleh lawan jenis yang dikagumi saja, banyak objek-objek untuk tempat kita mengungkapkan rasa yang suci itu. Bisa kepada orang tua, keluarga, sahabat sejenis, teman dan tentunya kepada Sang Pencipta yang paling utama.



 Apa Definisi Cinta itu Sesungguhnya ????
Sampai detik ini pun definisi cinta adalah sesuatu yang belum saya mengerti bagaimana bentuk dan wujudnya, tetapi bisa dirasakan. Bisa diibaratkan cinta itu seperti udara yang dapat kita hirup tanpa dapat kita lihat oleh mata bagaimana bentuk dan wujudnya.
Cinta adalah Anugerah dan Karunia dari Allah, Rabb Alam semesta yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya dengan penuh cinta dari Nya. Diciptakanlah kita semua manusia berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Diselipkan oleh Nya rasa cinta yang suci itu di dalam masing masing diri kita . tetapi masalahnya, karena ketidaktahuan kita dalam mengolah rasa cinta itu, membuatnya menjadi ternodai oleh perbuatan yang murka. Perbuatan murka itu ilah “Zinah” yang sudah tidak asing lagi di tengah-tengah kita. Pergaulan antara lawan jenis yang sudah tak kenal lagi batasan-batasan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk. Tentu dalam hal ini yang menjadi sangat diragukan adalah pihak wanita yang seolah sudah dipandang tak berharga lagi. Namun, dari sebagian besar remaja yang mengolah cinta dengan hal-hal yang negatif, ternyata masih terdapat sebagian kecil yang mewarnai, mengisi dan mengolah cinta itu secara positif dan menjaga makna cinta agar tetap suci.



Bagaimana sesungguhnya mengolah rasa cinta yang seringkali muncul?
Islam tidak pernah melarang seseorang jatuh cinta ataupun mengagumi lawan jenisnya. Hanya saja, seseorang seseorang yang ketika kagum ataupun jatuh cinta secara diam-diam kepaa lawan jenisnya disarankan agar tetap menahan dan menjaga perasaannya, memproteksi kadar imannya, dan selalu menanamkan komitmen bahwa cinta kita yang paling utama adalah cinta kita kepada Allah, rasa kagum dan cinta kita kepada seseorang itu tidak boleh melebihi cinta kita kepada Allah, karena kita perlu ketahui , cinta kepada manusia adalah hal yang semu.
Rasa cinta kepada seseorang itu cukup dengan hanya dipendam di dalam hati, karena jika kita ungkapkan, maka akan membuka celah-celah kesempatan terjadinya hubungan pacaran. Bukankah pacaran adalah sesuatu yang mendekatkan kita kepada zinah? Bukankah Allah telah memperingati kita untuk tidak mendekati zinah?
Memang sebagian besar orang berpendapat bahwa tak semua orang yang menjalani hubungan pacaran akan melakukan zinah. Namun, kita harus tahu bahwa setiap perbuatan zinah sebagian besar berawal dari hubungan pacaran bukan?



Apa yang harus kita lakukan di dalam mengolah rasa cinta itu?
Kuatkanlah perasaanmu untuk menahan rasa semu yang kau miliki, sebaiknya lakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif yang akan menambah manfaat dalam hidupmu. Sambil berdo’a kepada Allah apakah seseorang yang kita kagumi tersebut adalah orang yang terbaik untuk kita atau masih ada yang lebih baik. Lalu, sertakan usaha kita untuk selalu memperbaiki diri, karena perlu diingat, “Lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik, begitupun sebaliknya.” Dengan begitu rasa cinta yang telah di Anugerahkan oleh yang Maha Kuasa tetap terjaga kesuciannya.